Bentuk Bulir Beras Putih dan Karakternya

0
10

Siapa yang sering masak nasi putih  kekerasan atau kelembekan? Mungkin bukan kamu yang nggak bisa masak. Tetapi kamu yang salah pilih beras. Sebelum masak, pelajari dulu bentuk bulir beras putih dan karakternya.

Sepertinya memasak nasi putih itu mudah. Apalagi sudah ada penanak otomatis. Masukkan beras dan air, tunggu 30 menit hingga 1 jam nasi pun matang. Tapi pada kenyataannya tidak semudah itu untuk menghasilkan nasi putih yang enak. Yang sering terjadi, failed. Nasinya kekerasan atau kelembekan.

Sebenarnya, asal kamu memahami bahwa beras itu memiliki bulir dan karakter yang berbeda, masak nasi putih nggak akan pernah failed. Biar makin disayang pasangan, yuk kita cari tahu ada berapa banyak bentuk bulir beras putih dan bagaimana karakternya.

Bentuk Bulir Beras Putih

Beras putih memiliki lapisan kulit yang sudah dibuang sebelumnya, makanya beras ini berwarna putih. Proses penggilan, membuat beras putih berkurang kandungan zat gizinya jika dibandingan dengan jenis beras merah atau hitam. Beras putih dibagi menjadi berdasarkan bentuk bulir, yaitu:  

Bulir panjang. Beras ini telah melalui proses penggilingan tiga hingga empat kali. Beras bulir panjang biasanya kurang lengket dan biasa disebut dengan beras pera. Jenis beras ini bila dimasak maka akan terasa agak keras. Jenis beras bulir panjang yaitu beras basmati, jasmine, dan doongara. Bentuk bulir yang seperti ini cocok untuk masak nasi kebuli dan juga nasi biryani.

Baca juga: Rujak Buah Cemilan Sehat Penghilang Stress

Bulir sedang. Bila dibandingkan dengan beras bulir panjang, beras jenis ini lebih lengket dan tidak terlalu pera. Jika dimasak juga lembut dan tidak keras. Nah, beras bulir sedang bisa untuk dikonsumsi sehari-hari.

Bulir pendek. Beras jenis ini adalah jenis beras yang paling lembut dan lengket jika dimasak. Cocok untuk dijadikan bahan dasar dari makanan seperti sushi dan sebagainya. Beras ini sering disebut sebagai beras pulen. Kandungan amilosa yang lebih rendah dibandingkan dengan jenis beras yang lain, membuat beras jenis ini lebih empuk dan punel ketika dimasak. Amilosa yang terkandung dalam beras mempengaruhi sifat pemekaran volume beras yang kemudian menjadi nasi pulen. Beras dengan kadar amilosa yang rendah biasanya menghasilkan nasi yang tidak mudah kering. Nasi yang digunakan di Jepang biasanya menggunakan jenis beras tipe ini.

Bentuk bulir yang berbeda-beda, mempengaruhi tingkat indeks glikemik yang dikandungnya. Beras berbulir panjang, seperti beras basmati dan doongara, memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan bulir sedang atau bulir pendek. Beras dengan indeks glikemik yang rendah, baik dikonsumsi secara rutin untuk penderita diabetes.

Sekarang kamu sudah tahu kan bentuk bulir beras putih dan karakternya? Setelah ini semoga nggak failed ya 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here