Cara Membaca Peluang Usaha

1
37

Seorang pengusaha harus mampu membaca peluang usaha agar bisnisnya bisa bertahan lama. Lalu, bagaimana cara membaca peluang usaha yang efektif? Simak, penjelasan berikut.

Esensi dari sebuah wirausaha adalah tanggapan yang positif terhadap peluang yang ada untuk memperoleh keuntungan, baik itu untuk diri sendiri maupun untuk perusahaan. Peluang usaha ini bisa bersumber dari mana saja, baik itu datang dari adanya kebutuhan individu atau masyarakat sekitar. Maka dari itu, sebelum memulai usaha ada baiknya jawab pertanyaan berikut:

“Apakah yang menjadi kebutuhan masyarakat atau kebanyakan anggota masyarakat saat ini atau di masa yang akan datang?”

Untuk memahami kebutuhan masyarakat ini, lakukan sebuah Analisa dengan metode SWOT, yaitu metode yang mengukur kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari sebuah ide usaha atau produk.

Contoh usaha: Ingin membuat toko sepatu

Dari dalam diri Anda sendiri

(Faktor Internal)

Di luar di Anda sendiri

(Faktor Eksternal)

Kekuatan Kelemahan Peluang/Prospek Ancaman
Menyukai tantangan Mudah menyerah Belum ada toko sepatu di daerah saya Sulit mendapatkan bahan baku untuk pembuatan sepatu

 

Selanjutnya calon pengusaha harus tahu cara membaca peluang usaha yang efektif, agar bisnisnya bisa bertahan lama. Berikut cara membacanya;

  1. Peka terhadap masalah yang terjadi di lingkungan.

Bisnis-bisnis yang berusia panjang, biasanya memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi di masyakarat. Sebut saja ojek online. Makin banyaknya orang yang ingin serba mudah, Go-jek, aplikasi buatan anak Indonesia hadir memberikan solusi.

Dulu, jika ingin naik ojek harus jalan dulu ke pangkalan. Sejak Go-Jek hadir, tidak perlu lagi cape-cape jalan. Pesan dari mana pun ojek terdekat pasti akan datang menjemput. Begitu pula dengan bermunculannya, toko online seperti Tokopedia, Lazada, Bukalapak, Zalora dan lainnya.

  1. Amati keperluan yang paling dibutuhkan.

Dengan keseharian kita hidup dan tinggal di suatu daerah, tentu tidak sulit menganalisa keperluan apa yang berpotensi dibutuhkan masyarakat sekitar. Misalnya, kita tinggal dekat dengan pantai. Maka yang paling dibutuhkan para wisatawan yang datang berkunjung adalah tempat makan, warung kopi, toilet, tempat mandi, pusat jajanan atau oleh-oleh khas daerah.

Contoh lainnnya, kita berada di daerah perkebunan sayur tetapi tidak memiliki lahan. Berarti bisnis yang berpotensi maju dan berkembang adalah menyediakan kebutuhan perkebunan, mulai dari bibit, pupuk, hingga alat-alat perkebunan.

  1. Memanfaatkan usaha sekitar.

Bila kita tidak bisa membuat atau menciptakan suatu produk, mengapa tidak mencoba bekerjasama dengan usaha yang sudah berjalan. Artinya kita menjadi reseller atau marketing sebuah produk.

Contoh kecil, tetangga kita adalah pengusaha kripik pisang. Tetapi usahanya belum tumbuh besar. Kenapa tidak coba kita bantu jual kripik pisang tersebut melalui toko online atau media sosial.

Bisa juga sebaliknya. Kita sebagai supplier toko kelontong di pasar atau toko yang ramai pembeli dilingkungan sekitar. Misalnya, kita titip jual hasil kreasi kita baik itu makanan atau barang di toko tersebut.

Dengan memanfaatkan usaha sekitar, minimal kita lebih cepat dalam menghasilkan keuntungan, karena ada proses yang tidak kita kerjakan.

  1. Memodifikasi bisnis yang sudah ada.

Teknik ini adalah cara yang paling sering ditemui dikalangan pebisnis, baik skala nasional maupun internasional. Nama JD.ID, marketplace yang mulai beroperasi Oktober 2015, lalu, tentu sudah tidak asing di telinga kita saat ini. JD.id hadir atas hasil pengembangan atau modifikasi ystem marketplace sebelumnya.

Baca juga : Modal Usaha Bukan Hanya Uang

Toko ritel ini mengedepankan pengalaman berbelanja berbasis teknologi artificial intelligence (AI) atau istilahnya kecerdasan buatan. Dengan menggunakan teknologi ini, jd.id menawarkan rekomendasi produknya berdasarkan reaksi, minat, pilihan dan perilaku konsumen. Sekali kita membuka halaman JD.id, maka iklan dari toko ritel tersebut akan mengikuti kita kapan pun selama terhubung dengan internet.

  1. Melihat peluang usaha dari bakat sendiri.

Terkadang kita tidak menyadari bahwa sebenarnya potensi yang kita miliki dapat dijadikan peluang usaha. Bahkan bakat yang dimiliki tergolong unik. Untuk mencari potensi, maka Anda harus terus belajar mengupgrade kemampuan diri sekecil apapun.

Contohnya saja, kita punya keahlian membuat bangku dari kayu. Selama ini, keahlian itu hanya dimanfaatkan hanya jika dibutuhkan saja. Padahal itu keahlian yang jarang dimiliki kebanyakan orang. Jika Anda peka dan meningkatkan keahlian tersebut, mungkin saja bisa membuat kerajinan kayu lainnya. cs

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here