Perilaku Penggunaan Bumbu Instan

0
8

Hi apakabar para ibu penggila masakan. Kali ini penulis akan menyajikan petualangan dan survey penulis terhadap pengalaman beberapa ibu dalam memasak terutama para ibu yang doyan akan wisata kuliner dan senang bereksplorasi akan ragam masakan Indonesia.

Banyak diantara ibu pemasak selalu mengeluh repotnya menyiapkan masakan bagi keluarga terutama saat keluarga besar berkumpul dan mengadakan acara seperti misalnya Idul Fitri, Natal dan hari besar agama dan perayaan lainnya. Dengan berbagai macam persiapan yang harus dilakukan seperti hidangan pembuka, kue santapan, makan malam, minuman penyegar hingga acara bermain keluar rumah yang sangat merepotkan dan tidak jarang membuat mood ibu dalam impian memasak pupus.

Berikut beberapa survey random mom kegiatan apa saja yang mendorong ibu suka untuk memasak bagi keluarga pada acara tertentu.


Sampling 32 responden ibu rumah tangga Kawasan Depok astagina dan Kampus ui 2018 – Hari Konsumen Dunia/TA/Mgstr/IV/UN/Teknologi Pangan2

Penggunaan Bumbu Instan Meningkat

Tingginya tingkat kuliner oleh para ibu di era millennial ini mempengaruhi daya beli ibu akan bumbu-bumbu dan bahan masakan. Karena kesibukan mereka yang sangat padat para ibu ini cenderung mencari jalan pintas dalam melakukan persiapan pengolahan bahan makanan seperti penggunaan bumbu – bumbu instant.

Tingginya penggunaan bumbu instant ini memicu para produsen fmcg berlomba-lomba menciptakan berbagai varian bumbu instant sesuai dengan kebutuhan pasar. Para ibu tidak perlu repot lagi meracik bahan dari dasar dalam memasak. Efisiensi dan kebutuhan rasa bumbu menjadi alasan utama para ibu memilih bumbu instant.

Baca juga : Delima Menggoda Lahir Batin

Namun, bagi para pebisnis di bidang kuliner, khususnya masakan Indonesia yang identik dengan bumbu yang pekat, penyediaan bumbu segar memang agak menyulitkan. Apalagi porsi yang akan dimasak tak sedikit dan rasa yang dihasilkan pun harus tetap konsisten untuk semua menu.

Nerva, salah satu pengusaha catering di Jakarta mengatakan, menyiapkan bumbu menjadi salah satu hal yang paling berat ketika memasak untuk katering. Ia harus menyiapkan bumbu sekaligus untuk beberapa kali masak.

“Biasanya persiapan bumbu seminggu sekali. Belanjanya karungan. Belum membuat bumbunya, harus mengupas dulu, memblender, bisa dari pagi sampai maghrib,” kata Nerva dalam acara ‘Memasak Cepat 10 Ribu Potong Ayam’ yang diselenggarakan oleh Royco di Senayan, belum lama ini. Namun, saat ini Nerva cukup terbantu dengan kehadiran bumbu-bumbu instan. Apalagi bumbu instan kini tersedia untuk porsi yang lebih banyak. Selain tidak menghabiskan banyak waktu untuk meracik bumbu, penggunaan bumbu instan juga bisa menjaga konsistensi rasa dari masakan yang dibuat. Sehingga semua makanan memiliki rasa yang sama walaupun harus dibuat berulang kali.

Berikut segmentasi research penggunaan bumbu instan berdasarkan efisiensi kegunaan oleh jakpat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here