Konten viral dan konten kreatif, konten yang banyak datangkan traffic. Content creator wajib tahu beda sumber konten viral dan konten kreatif.
Sebelum content creator wajib tahu beda sumber konten viral dan konten kreatif, mari kita pahami dulu arti konten viral dan konten kreatif.
Konten viral, konten yang mengangkat sebuah postingan media sosial yang viral dan banyak diperbincangkan. Konten ini umumnya banyak mendapat respon dari pengguna atau akun-akun di media sosial.
Topik yang dibahas dalam konten viral yaitu fenomena viralnya. Pakem mendasar dalam menulis konten viral harus menjunjung tinggi skeptisme.
Apa itu skeptisme? Tidak mudah percaya atau menerapkan sikap ragu-ragu terhadap postingan viral.
“Agar tidak menjadi artikel hoaks,” kata Asytari Fauziah, Mentor Pelatihan Content Creator Jatim Network Group pada sesi ke-7 pada Kamis, 8 Juni 20223.
Sebuah konten bisa disebut viral harus memenuhi kriteria seperti adanya postingan viral di media sosial berupa gambar, tulisan, video, rekaman suara dan lainnya.
Cek skala viralitasnya berupa komentar, likes, share retweet, quote retweet, dislike, views dan lainnya. Berdasarkan skala viralitas ini, ceritakan bahwa ada konten di medsos yang viral.
Sementara konten kreatif termasuk running berita dan pengembangan isu dari konten viral. Bagi content creator membuat konten kreatif sangat dianjurkan.
Mengapa? Karena konten kreatif dapat mendatangkan banyak pembaca atau traffic di portal website. Caranya dengan memaksimalkan keyword (kata kunci) yang sedang trending.
Untuk membuat konten kreatif, seorang content creator harus banyak membaca. Tumbuhkan juga rasa “kepo” terhadap konten yang sedang viral.
Sumber Konten Viral dan Konten Kreatif
Bagaimana mencari sumber konten viral? Sumber konten viral adalah media sosial yang banyak dipakai orang.
Untuk itu pantau postingan-postingan media sosial. Pertama, Facebook. Series layangan putus termasuk postingan yang viral di Facebook.
Cara menentukan viral atau tidak sebuah postingan di Facebook, perhatikan jumlah like, comment, view dan share-nya
Kedua, Twitter. Video syur Rebbeca Klopper menjadi viral pertama kali di Twitter. Ada yang mengunggahnya kemudian di like, reply, retweet dan ditonton banyak netizen.
Ketiga, Instagram. Media sosial yang satu ini banyak sekali memunculkan postingan viral. Postingan viral yang terbaru, yaitu mengenai perseteruan Nikita Mirzani dan Loly, putrinya.
Keempat, Youtube. Postingan viral dari media sosial ini juga banyak. Yang kemudian oleh netizen dipotong dan diunggah ke media sosial lainnya. Salah satu channel Youtube populer adalah milik Deddy Corbuzier.
Kelima, Tiktok. Media sosial milik Zhang Yiming, pendiri ByteDance Technology ini cukup banyak menghasilkan konten-konten viral. Bahkan banyaknya yang viral, ada sebutan “artis tiktok.
Berdasarkan pengertian dari konten kreatif, maka content creator bisa mengembangkan tulisan viral dari beberapa channel di bawah ini:
Google Analytics
Cari tahu topik yang sedang trending di website melalui google analytics. Maka jadikan sumber awal tersebut untuk menemukan hal menariknya.
Misal, kilas balik, kejadian serupa, keterangan dari orang sekitar, sudut pandang tokoh atau ilmu dan lainnya.
Bila menggunakan sumber ini, content creator harus bertanya kepada editor. Karena editor yang bisa mengetahui detailnya
Google Trends dan Trends24.in
Cukup kunjungi https://trends.google.com/trends/trendingsearches/daily?geo=ID&hl=en-US maka akan terlihat topik mana yang trending.
Content creator juga bisa mengunjungi laman https://trends24.in/indonesia/ untuk cari tahu. “Serunya cari konten viral di sini, di update per jam,” kata Fauziah.
Trending Topik di Twitter
Perhatikan hastag yang ramai dibicarakan. Namun pastikan bukan konten buzzer, tidak mengandung sara dan apakah tokoh atau public figure ikut berkomentar.
Jika sudah memenuhi kriteria di atas, maka content creator bisa mulai mencari sisi menarik dari hal yang terjadi. BIla tidak ada, tidak perlu dibuat.
Konten Viral
Sumber ini tentu paling mudah dicari. Content creator cukup pantengin media sosial yang banyak mendatangkan konten viral.
Supaya makin menghasilkan banyak konten kreatif, follow up terus data terbaru. Konsultasikan juga dengan editor, agar mendatangkan pembaca.
Setelah mendapat semua informasi ini, sudah siap menulis konten viral dan konten kreatif?***
